My photo
Currently seeking therapy through literature. Wrote a novel once, Eccedentesiast (2013), and will proceed on writing casually. Don't take these writings seriously, don't let it question yourself.
Showing posts with label hobby. Show all posts
Showing posts with label hobby. Show all posts

Thursday, February 2, 2012

Dimensi Sebrang

Aku berdiri,
menatap matanya di sebrang.
Melirik kelopak lentik,
mengatup indah tiap detik.

Dia berdiri didepanku,
menatap dalam keheningan.
Bagai melirik hantu dimensi sebrang.
Tiap hembus diteliti,
berusaha terawang isi hati.

Entah kuasa mata hilang,
dan hembusan nafas mulai menggumpal.
Dijadikan itu tetesan bening,
yang membisukan dia yang di sebrang.
Lirikannya bertanya, "ada apa?"

Dia mulai merintih,
dengan nafas berat, tertatih.
Mengapa mataku meniru?
Pedih tiba dalam sekatup lentik,
lalu langit berdegup kelabuan.

Entah kuasa diri hilang,
nafas usang, tersentak tetesan air.
Berlomba dengan rasa,
kewarasan mengalahkan diri.

Langit mengikuti situasi.
Menangis dengan hembusan awan suram.
Sempatnya matahari bersembunyi,
dengan aku yang duduk terdiam.

Aku hanya menatap dirinya
yang sedang duduk di cermin.

Saturday, December 31, 2011

Obsession

The crawling numbness began its way,

oozing thin from the valance tip of fingers.

Pushed back against boundaries

shall grips mental sanity,

overcoming whispers of devil’s thought keenly.

Struggling for disparities of which are good and bad.

Seeking through the mirror of rage,

nevertheless consciousness evaporates through time.

Who’s reflection appeared then in the parallel world?

Familiarly now *Perses has awakened,

Possessing mind and souls for words spoken define.

Counting stars in the damp sky is not enough,

for giving off my mind away of sight.

What was made has been done by past.

Through it all for one wish closing near bitterness.

The utter truth amongst lies

and nothing.

*Perses : Greek God of Destruction

Si Tuli dan Si Bisu

Awal dan akhir, bisu.

Terlontar ujung ke ujung, namun segaris.

Awal berakhir dengan awalan baru.

Selalu seperti itu,

Tak pernah kian berhenti,

Mereka terus berputar dalam kefanaan.

Aku berawal sebuah nafas,

Aku berakhir sehela nafas.

Diantara awal dan akhir aku belajar,

Ilmu kuasa dasyatnya cinta.


Aku dan kamu, tuli.

Berhimpit satu millimeter dan segaris.

Mata coklat di bawah matahari,

Dengan ombak laut merdu bernyanyi.

Mereka bisa bilang banyak tentang antara.

Namun si tuli, tidak bisa mendengar melodi mereka.

Biar mereka berbicara dengan tembok,

Biar kita di dunia kita sendiri.

Hanya berbicara bahasa hati.


Biarkan awal dan akhir berputar dalam kefanaan.

Hidup dan kelanjutannya akan

Terus begini.

Biarkan aku dan kamu berputar dalam dunia sendiri.

Seperti itu, aku akan mencintaimu

Terus begini.


Untukmu, 12.