- Tiara ♥
- Currently seeking therapy through literature. Wrote a novel once, Eccedentesiast (2013), and will proceed on writing casually. Don't take these writings seriously, don't let it question yourself.
Thursday, February 2, 2012
Dimensi Sebrang
Saturday, December 31, 2011
Obsession
The crawling numbness began its way,
oozing thin from the valance tip of fingers.
Pushed back against boundaries
shall grips mental sanity,
overcoming whispers of devil’s thought keenly.
Struggling for disparities of which are good and bad.
Seeking through the mirror of rage,
nevertheless consciousness evaporates through time.
Who’s reflection appeared then in the parallel world?
Familiarly now *Perses has awakened,
Possessing mind and souls for words spoken define.
Counting stars in the damp sky is not enough,
for giving off my mind away of sight.
What was made has been done by past.
Through it all for one wish closing near bitterness.
The utter truth amongst lies
and nothing.
*Perses : Greek God of Destruction
Si Tuli dan Si Bisu
Awal dan akhir, bisu.
Terlontar ujung ke ujung, namun segaris.
Awal berakhir dengan awalan baru.
Selalu seperti itu,
Tak pernah kian berhenti,
Mereka terus berputar dalam kefanaan.
Aku berawal sebuah nafas,
Aku berakhir sehela nafas.
Diantara awal dan akhir aku belajar,
Ilmu kuasa dasyatnya cinta.
Aku dan kamu, tuli.
Berhimpit satu millimeter dan segaris.
Mata coklat di bawah matahari,
Dengan ombak laut merdu bernyanyi.
Mereka bisa bilang banyak tentang antara.
Namun si tuli, tidak bisa mendengar melodi mereka.
Biar mereka berbicara dengan tembok,
Biar kita di dunia kita sendiri.
Hanya berbicara bahasa hati.
Biarkan awal dan akhir berputar dalam kefanaan.
Hidup dan kelanjutannya akan
Terus begini.
Biarkan aku dan kamu berputar dalam dunia sendiri.
Seperti itu, aku akan mencintaimu
Terus begini.
Untukmu, 12.